PENGANTAR ILMU FILSAFAT
A. Pengertian Filsafat
Menurut bahasa,filsafat adalah cinta terhadap
sesuatu karena sifat kebijaksanaannya.Sedangkan menurut istilah,ada beberapa
pendapat menurut para ahli,yaitu :
1. Plato
Filsafat adalah
pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang
asli.
2. Aristoteles
Filsafat adalah
ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu –
ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik,dan estetika ( filsafat
keindahan ).
3. Al – Farabi
Filsafat
adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang hakikat bagaimana alam maujud yang
sebenarnya.
4. Surajiyo
Filsafat adlah
ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu secara mendalam dengan
menggunakan akal sampai hakekatnya.
B. Objek Filsafat
Objek filsafat terdiri atas :
1. Objek material filsafat
Objek
material ini mengkaji apa saja yang ada baik itu konkrit ( nyata ) maupun abstrak ( tidak nyata ).
2. Objek formal filsafat
Artinya
filsafat mengkaji hakekat dari suatu objek.
C. Ciri – ciri filsafat
Menurut para ahli,filsafat memiliki ciri sebagai berikut :
a.
Menyeluruh
Artinya
tidak mebatasi dari satu sudut pandang ke sudut pandng lainnya.
b.
Mendasar
Artinya pemikiran filsafat ,mengkaji sampai kepada hasil fundamenta
atau esensial objek yang dipelajarinya
sehingga tidak dapat dijadikan dasar berpijak bagi seganap nilai dan
keilmuan.
c.
Spekulatif
Artinya
hasil pemikiran yang didapat untung maupun rugi tetap diambil dengan tujuan
meencari kebenaran atau dijadikan dasar pemikiran selanjutnya.
D. Landasan
Berfikir Filsafat
1.Ontologis,artinya
berbicara tentang kebenaran dari suatu objek.
2.Epistemologi,artinya
berbicara tentang bagaimana proses terciptanya suatu
Objek.
3.
Axiologis,artinya berbicara tentang nilai dari suatu objek ( manfaatnya ).
E. Asal Dan Peran
Filsafat
1. Peran Filsafat
Ada
3 hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat,yaitu :
a. Keheranan/Kekaguman
Keheranan/kekaguman
manusia terhadap segala isi alam yang telah mendorong manusia untuk
berfilsafat.
b.
Kesangsian/kergu-raguan
Kesangsian/kergu-raguan
mempeerhatikan segala isi alam,apakah yang dilihat hanyalah tipuandaya tangkap
panca indera.
c.
Kesadaran akan keterbatasannya sebagai manusia yang lemah dibandingkan
dengan
yang lain mendorongnya untuk berfilsafat.
2. Peranan
Filsafat
Filsafat
memiliki 3 peran,yaitu :
a.
Berperan sebagai pendobrak terhadap
tradisi-tradisi yang diyakini sacral.
b.
Berperan sebagai pembebas dari segala tradisi yang mempersempit ruang
gerak akal manusia.
c. Berperan sebagai pembimbing manusia untuk
berfikir secara integral dan
koheren.
F. Kegunaan
Filsafat
1. Secara Umum
Akan membantu orang untuk memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah
secara kritis tentang seegala sesuatu.
2. Secara Khusus
Dapat membantu orang secara khusus untuk memecahkan masalah-masalah
yang terkait dengan objek khusus/tertentu.
G. Jenis-Jenis
Pengetahuan
a. Menurut Soejono Soemargono,Pengetahuan dapat dibagi menjadi 2 yaitu
:
1. Pengetahuan nonilmiah,yaitu pengetahuan
yang diperoleh dengan
menggunakan cara-cara yang tidak termasuk dalam
kategori metode ilmiah.
2.
Pengetahuan ilmiah.
Adalah segenap hasil pemahaman manusia yang
diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah.Metode ilmiah merupakan prosedur
dalam pengetahuan yang disebut ilmu.Pengetahuan ilmiah merupakan pengetahuan
yang memiliki karakteristik tertentu,yaitu sifat rasional dan teruji.
Pengetahuan ilmiah memiliki 5 ciri,yaitu :
Ø Empiris
Ø Sistematis
Ø Objektif
Ø Analisis
Ø Verifikatif
b.Menurut Plato,jenis pengetahuan dibagi atas
tingkatan-tingkatannya,yaitu :
1.Pengetahuan Eikasia (khayalan)
Pengetahuan
yang berupa bayangan atau gambaran.
2.Pengetahuan Pistis (substansial)
Pengetahuan ini adalah pengetahuan mengenai hal-hal yang tampak
dalam
dunia nyata yang dapat mepunyai syarat-syarat cukup
bagi suatu tindakan mengetahui.
3. Pengetahuan Dianoya
Yaitu diperoleh tidak hanya terletak pada fakta yang tampak tetapi juga
terletak pada bagaimana cara berfikirnya.
4. Pengetahuan Noesis
Pengetaahuan yang objeknya arche,yakni prinsip-prinsip yang mencakup
epistemologis dan metafisik.
c. Menurut Aristoteles
1. Pengetahuan produksi (seni)
2. Pengetahuan praktis (etika,ekonomi,dan politik)
3. Pengetahuan teoritis (fisika,matematika,dan metafisika)
H. Etika
(filsafat moral)
1. Pengertian etika,Moral dan Norma
Etika secara etimologi berasal dari bahasa
Yunani,yaitu ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat.Secara terminology
etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku manusia dalam
hubungannya dengan baik buruk.Dalam bahasa latin,etika dikenal dengan nama
moral.
2. Pembagian etika
Etika dapat dibagi 2 yaitu :
a. Etika deskriptif,Yaitu melukiskan,menggambarkan,menceritakan
apa adanya,
tidak memberikan penilaian dan tidak mengajarkan
bagaimana seharusnya berbuat.
b. Etika normatif
Terbagi atas 2 yaitu :
1. Etika umum,yang membicarakan prinsip-prinsip umum
,seperti nilai,motivasi,suara hati dan sebagainya.
2. etika khusus,yang membicarakan tentang
pelaksanaan dari prinsip-prinsip umum seperti etika pergaulan,etika dalam
pekerjaan dan sebagainya.
3. Norma
Norma pada awalnya berarti tukang batu atau tukang
kayu yang berate segi tiga.Norma dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Norma khusus
Norma yang hanya berlaku dalam bidang dan situasi
yang khusus.
b. Norma Umum
BAB 2
FILSAFAT SISTEMATIK
A. Logika
Nama logika pertama kali muncul pada filusuf Cicero (abad
ke I sebalum masehi),tetapi dalam arti seni debat.Akan tetapi pada abad ke 3
sesudah masehi,kata logika dalam arti ilmu yang menyelidiki lurus tidaknya
pemikiran manusia.Dalam ilmu filsafat,logika adalah suatu penarikan kesimpulan
yang benar dari suatu penalaran.
Penalaran adalah suatu proses berfikir yang
membuahkan pengetahuan.Dan agar pengetahuan itu benar,menurut Jujun S. Suriasumantri,terdapat 2 jenis
logika yang umumnya digunakan,yaitu :
1. Logika
induktif
Logika induktif adalah cara berfikir dimana ditarik
suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat
individual.Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan
pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam
menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
|
Contoh : Kambing mempunyai
mata,gajah mempunyai mata,kucing mempunyai mata demikian juga dengan
binatang lainnya.Dari pernyataan-pernyataan ini,secara umum dapat ditarik
kesimpulan bahwa seluruh binatang mempunyai mata.
|
2.
Logika deduktif
Logika deduktif
merupakan cara berfikir diman daari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum
ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.Penarikan kesimpulan secara deduktif
biasanya mempergunakan pola berfikir yang dinamakan silogisme.Pernyataan yang
mendukung silogisme disebut premis yang kemudian dapat dibedakan
sebagai premis mayor dan premis minor.
|
Contoh :
1. Semua makhluk memiliki mata (premis mayor)
2. Si Moka adalah seorang makhluk (premis minor)
3. Jadi si Moka mempunyai mata (kesimpulan)
|
B. Epistemologi (filsafat pengetahuan)
1. Pengertian epistemologi
Epistemologi
berasal dari bahasa Yunani,episteme dan logos.Episteme biasa diartikan
pengetahuan atau kebenaran dan logos diartikan fikiran,kata atau
teori.Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang
benar,dean lazimnya hanya disebut teori pengetahuan yang dalam bahasa
Inggrisnya menjadi Theory of knewledge.Sedangkan dalam bahasa Indoneesia dikenal
dengan nama filsafat pengetahuan.
Jadi,epistemology sebenarnya adalah salah
satu cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakekat
pengetahuan.Oleh karena itu,sistematika pembahasan epistemology meliputi sumber
pengetahuan,teori pengetahuan,metode ilmiah,dan aliran teori pengetahuan.
a. Sumber pengetahuan
1. Pengalaman indera
Awal
dan sumber pengetahuan diperoleh melalui kenyataan yang daapat di
indrai.Menurut Aristoteles,pengetahuan terjadi bila subjek diubah di bawah
pengaruh objek.Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indera (sensasi)
Jadi,disimpulkan
bahwa pengalaman indera merupakan sumber pengetahuan berupa alat-alat untuk
menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indera.
2. Nalar (Reason)
Menurut Jujun S.
Suasumantri,nalar adalahkemampuan berfikir menurut alur kerangka berfikir
tertentu.Untuk itu,nalar mempunyai asas-asas berfikir,yaitu :
a. Principium
identitas,yaitu sesuatu itu mesti sama dengan dirinya sendiri (A = A).
b.Principium
Contradictions,yaitu apaabila dua pendapat yang bertentangan,tidak mungkin kedua-dunya benar dalam
waktu yang bersamaan.Asas ini biasa disebut asas pertentangan.
c. Principium terti
exclusi,yaitu apabila dua pendapat yang berbeda tidak mungkin keduanya benar
dan tidak mungkin keduanya salah.Asas ini biasa dikaatakan asas tidak adanya
kemungkinan ketiga.
3. Otoritas
Otoritas adalah kekuasaan yang sah dimiliki seseorang
dan diakui oleh kelompoknya.Otoritas menjadi salah satu sumber
pengetahuan,karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang
mempunyai kewajiban dalam pengetahuannya.
4. Intuisi
Intuisi
adalah kemampuan yang ada pada diri manusia melalui proses kejiwaan tanpa suatu
rangsangan atau stimulus mampu untuk membuat pernyataan berupa
pengetahuan.Dengan kata lain,intuisi adalah pengetahuan yang didapatkan tanpa
melalui proses penaalaran tertantu.
5. Wahyu
Wahyu
adalah berita yang disampaikan Tuhan ke Nabi-Nya untuk kepentingan umatnya.
6. Keyakinan
Keyakinan
adalah kemampuan yang ada dalam diri manusia yang diperoleh melalui
kepercayaan.
2. Teori Kebenaran
a. Teori kebenaran saling
berhubungan
Teori mengakui
suatu kebenaran,apabila pernyataan-pernyataan sangat koheren dengan
pernyataan-pernyataan sebelumnya.
b. Teori kebenaran saling
bersesuaian
Teori ini
berpandangan apabila suatu pernyataan benar apabila bersesuain dangan dunia
kenyataan.
c. Teori kebenaran inherensi
Pandangan dalam
teori ini,bahwa yang dikatakan benar apabila suatu pernyataan mempunyai
konsekuensi yang dapat dipergunakan untuk bermanfaat.
d. Teori kebenaran
berdasarkan arti
Teori ini
mengatakan bahwa suatu pernyataan itu benar,apabila ditinjau dari segi arti
atau maknanya.
e. Teori kebenaran sintaksis
Teori ini
mengatakan bahwa suatu pernyaataan dikatakan benar,apabila mengikuti aturan
sintaksis atau gramatika yang baku.
f. Teori kebenaran
nondeskripsi
Teori ini
mengatakan suatu pernyataan dikatakan benar,apabila memiliki peran dan fungsi.
g. Teori kebenaran logis
yang belrlebiahan
Menurut teori
ini,bahwa masalah kebenaran hanya kekacauan bahasa saja.Pada dasarnya apa yang
hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang
masing-masing melingkupinya.
C. Estetika (Filsafat Keindahan)
Estetika
dari kata Yunani “Aesthesis” yang
berbicara tentang keindahan.Estetika dibedakan menjadi 2 yaitu:
a) Estetika deskriptif
Yaitu,gambaran tentang
gejala-gejala alam keindahan.
b) Estetika normative
Yaitu mencari dasar
pengalaman keindahan.
1. Teori keindahan
Teori keindahan terbagi atas beberapa teori
yaitu :
a. Teori subjektifitas
Teori ini
mengatakan bahwa ciri-ciri keindahan pada suatu benda itu tidak ada,yang ada
hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.
b. Teori objektif
Teori ini menyatakan bahwa keindahan
terletak pada benda yang diamati.
c. Teori perimbangan
Teori ini menyatakan bahwa keindahan itu
terletak pada perimbangan dari bagian-bagian yang meliputi ukuran,persamaan,dan
jumlah dari bagian-bagian serata hubungannya satu sama lain.
d. Teori bentuk estetis
Teori ini menyatakan keindahan itu memuat 6
asas,yaitu : asas kesatauan utuh,asas tema,asas variasi,asas keseimbangan,asas
perkembangn dan asas tata jenjang.
2. Pengalaman Estetis
Pengalaman estetis merupakan tanggapan
seseorang terhadap benda yang bernilai estetis.Ada beberapa teori yang
mengemukakan tentang pengalaman estetis,yaitu :
a) Teori einfuhlung,yaitu
teori pemancaran perasaan dari diri sendiri kedalam
benda
estetis.
b) Teori lipps,yaitu teori
penikmatan dari kegiatan diri sendiri di dalam suatu beenda.
c) Teori jarak psikis.Teori
ini mengatakan bahwa untuk menumbuhkan pengalaman yang berhubungan dengan
seni,ornag harus menciptakan jarak psikis dengan benda yang mempengaruhinya.
C. Filsafat Seni
Filsafat seni adalah suatu
cabang dari rumpun estetis filsafat yang khusus menelaah tentang seni.
1. Pengertian seni
Oleh para ahli,seni diartikan dengan
pilihan yang berbeda-beda.Terdapat 5 pengertian seni yaitu :
a. Seni sebagai kemahiran
b. Seni sebagai kegiatan manusia
c. Seni sebagai karya seni
d. Seni sebagai seni indah
e. Seni sebagai penglihatan
2. Berbagai aliran dalam seni
a. Aliran naturalisme
b. Aliran Axressiononisme
c. Aliran Impressionisme
3. Nilai seni
a. Nilai kehidupan
b. Nilai pengetahuan
c. Nilai keindahan
d. Nilai indrawi dan nilai bentuk
e. Nilai kepribadian
4. Teori
penciptaan seni
a. Teori meta fisis
Menururt teori ini karya manusia hanyalah
tiruan dari ralita dunia.
b. Teori ekspresi
Teori ini mengatakan bahwa seni merupakan
pengungkapan dari pesen-kesan.
c. Teori psikologis
Menurut teori ini,proses penciptaan seni
adalah pemenuhan keinginan bawah sadar dari seorang seniman.
d. Teori permainan
Menurut teori ini,seni merupakan permainan
yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia yang berhubungan dengan
adanya kelebihan energy yang harus dikeluarkan.
D. Meta Fisika
1. Pengertian Metafisika
Berasal dari bahasa Yunani,meta yang
berarti selain,ssesudah atau sebaliknya,dan fisika yang berarti alaam
nyata.Maksudnya meta fisika adalah ilmu yang menyelidiki hakekat segala sesuatu
dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat di tangkapoleh panca
indra.
a. Ontologi
Ada tiga pandangan mengenai ontology,yaitu
:
1. Keberadaan dipandang dari segi jumlah
a) Monisme
Aliran yang memberiakn pandangan bahwa
hanya satu kenyataan fundamental.Dan itu dapat berupaa jiwa,maateeri,Tuhan dan
substansi lainnya.
b) Dualisme
Aliran yang memberikan pandangan bahwa
adanya dua substansi yang masing-masingf berdiri sendiri.
c) Pluralisme
Aliraan yang memberikan pandangan bahwa
kenyataan hidup terdiri dari banyak substansi.
2. Kebenaran dipaandang dari segi sifat (kualitas)
Terdapat beberapa aliran yang
memberikannya,yaitu :
a. Spritualisme
Yaitu pandangan bahwa kenyataan terdapat
dalam roh,yang meengisi daan mendasari seluruh alam.
b. Materialisme
Yaitu pandangan bahwa tidak sesuatu
yang nyata kecuali materi.
3. Teori kebenaran dari segi proses
Terdapat 3 aliran,yaitu :
a) Mekanisme
Yaitu pandangan bahwa semua gejala dapat
dijelaskan berdasarkan asas-asas mekanik,yaitu sebab kerja.
b) Teleologi
Yaitu pandangan bahwa semua gejala dapat
dijelaskan bukan berdasarkan sebab akibat,akan tetapi ada sesuatu kekuatan yang
mengarahkannya ke suatu tujuan.
c)
Vitalisme
Yaitu pandangan bahwa semua gejala dapat
dijelaskan melalui elan vital,yaitu sumber dari sebab kerja dan perkembangan
dalam alam.
b. Teologi
Teologi adalah cabang filsafat metafisika
yang membahas keberadaan Tuhan.Menurut Aristoteles,ada lima bukti yang
menunjukkan keberadaan Tuhan,yaitu :
a) Adanya gerak
b) Adanya hukum tertib sebab akibat
c) Adanya mungkin ada dan tidak ada
d) Adanya lebih dan kurang
e) Adanya akal yang berpengetahuan yang
menggerakkan,yaitu Allah.