Kamis, 07 November 2013

pengantar ilmu filsafat




PENGANTAR ILMU FILSAFAT

A. Pengertian Filsafat
   Menurut bahasa,filsafat adalah cinta terhadap sesuatu karena sifat kebijaksanaannya.Sedangkan menurut istilah,ada beberapa pendapat menurut para ahli,yaitu :

1. Plato
Filsafat adalah pengetahuan yang mencoba untuk mencapai pengetahuan tentang kebenaran yang asli.

2. Aristoteles
Filsafat adalah ilmu (pengetahuan) yang meliputi kebenaran yang di dalamnya terkandung ilmu – ilmu metafisika,logika,retorika,etika,ekonomi,politik,dan estetika ( filsafat keindahan ).

3. Al – Farabi
Filsafat adalah ilmu ( pengetahuan ) tentang hakikat bagaimana alam maujud yang sebenarnya.

4. Surajiyo
Filsafat adlah ilmu pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu secara mendalam dengan menggunakan akal sampai hakekatnya.


B. Objek Filsafat
          Objek filsafat terdiri atas :
1.  Objek material filsafat
Objek material ini mengkaji apa saja yang ada baik itu konkrit ( nyata )        maupun abstrak ( tidak nyata ).

2. Objek formal filsafat
Artinya filsafat mengkaji hakekat dari suatu objek.


C. Ciri – ciri filsafat
Menurut para ahli,filsafat memiliki ciri sebagai berikut :
a. Menyeluruh
Artinya tidak mebatasi dari satu sudut pandang ke sudut pandng lainnya.
b. Mendasar
Artinya pemikiran filsafat ,mengkaji sampai kepada hasil fundamenta atau esensial objek yang dipelajarinya  sehingga tidak dapat dijadikan dasar berpijak bagi seganap nilai dan keilmuan.
c. Spekulatif
Artinya hasil pemikiran yang didapat untung maupun rugi tetap diambil dengan tujuan meencari kebenaran atau dijadikan dasar pemikiran selanjutnya.


D. Landasan Berfikir Filsafat

1.Ontologis,artinya berbicara tentang kebenaran dari suatu objek.
2.Epistemologi,artinya berbicara tentang bagaimana proses terciptanya suatu
Objek.
3. Axiologis,artinya berbicara tentang nilai dari suatu objek ( manfaatnya ).


E. Asal Dan Peran Filsafat
1. Peran Filsafat
Ada 3 hal yang mendorong manusia untuk berfilsafat,yaitu :
a. Keheranan/Kekaguman
Keheranan/kekaguman manusia terhadap segala isi alam yang telah mendorong manusia untuk berfilsafat.
b. Kesangsian/kergu-raguan
Kesangsian/kergu-raguan mempeerhatikan segala isi alam,apakah yang dilihat hanyalah tipuandaya tangkap panca indera.
c. Kesadaran akan keterbatasannya sebagai manusia yang lemah dibandingkan
dengan yang lain mendorongnya untuk berfilsafat.

2. Peranan Filsafat
Filsafat memiliki 3 peran,yaitu :
a. Berperan sebagai  pendobrak terhadap tradisi-tradisi yang diyakini sacral.
b. Berperan sebagai pembebas dari segala tradisi yang mempersempit ruang
gerak akal manusia.
c. Berperan sebagai pembimbing manusia untuk berfikir secara integral dan 
koheren.

F. Kegunaan Filsafat
1. Secara Umum
Akan membantu orang untuk memiliki kemampuan dalam memecahkan masalah secara kritis tentang seegala sesuatu.
2. Secara Khusus
Dapat membantu orang secara khusus untuk memecahkan masalah-masalah yang terkait dengan objek khusus/tertentu.

G. Jenis-Jenis Pengetahuan
a. Menurut Soejono Soemargono,Pengetahuan dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
    1. Pengetahuan nonilmiah,yaitu pengetahuan yang diperoleh dengan
menggunakan cara-cara yang tidak termasuk dalam kategori metode ilmiah.
 2. Pengetahuan ilmiah.
Adalah segenap hasil pemahaman manusia yang diperoleh dengan menggunakan metode ilmiah.Metode ilmiah merupakan prosedur dalam pengetahuan yang disebut ilmu.Pengetahuan ilmiah merupakan pengetahuan yang memiliki karakteristik tertentu,yaitu sifat rasional dan teruji.
Pengetahuan ilmiah memiliki 5 ciri,yaitu :
Ø Empiris
Ø Sistematis
Ø Objektif
Ø Analisis
Ø Verifikatif

b.Menurut Plato,jenis pengetahuan dibagi atas tingkatan-tingkatannya,yaitu :
1.Pengetahuan Eikasia (khayalan)
 Pengetahuan yang berupa bayangan atau gambaran.
2.Pengetahuan Pistis (substansial)
    Pengetahuan ini adalah pengetahuan mengenai hal-hal yang tampak dalam  
dunia nyata yang dapat mepunyai syarat-syarat cukup bagi suatu tindakan   mengetahui.
3. Pengetahuan Dianoya
Yaitu diperoleh tidak hanya terletak pada fakta yang tampak tetapi juga terletak pada bagaimana cara berfikirnya.
4. Pengetahuan Noesis
Pengetaahuan yang objeknya arche,yakni prinsip-prinsip yang mencakup epistemologis dan metafisik.

c. Menurut Aristoteles
1. Pengetahuan produksi (seni)
2. Pengetahuan praktis (etika,ekonomi,dan politik)
3. Pengetahuan teoritis (fisika,matematika,dan metafisika)


H. Etika (filsafat moral)
1. Pengertian etika,Moral dan Norma
Etika secara etimologi berasal dari bahasa Yunani,yaitu ethos yang berarti watak kesusilaan atau adat.Secara terminology etika adalah cabang filsafat yang membicarakan tingkah laku manusia dalam hubungannya dengan baik buruk.Dalam bahasa latin,etika dikenal dengan nama moral.
2. Pembagian etika
Etika dapat dibagi 2 yaitu :
     a. Etika deskriptif,Yaitu melukiskan,menggambarkan,menceritakan apa adanya,
tidak memberikan penilaian dan tidak mengajarkan bagaimana seharusnya berbuat.
b. Etika normatif
Terbagi atas 2 yaitu :
1. Etika umum,yang membicarakan prinsip-prinsip umum ,seperti nilai,motivasi,suara hati dan sebagainya.
2. etika khusus,yang membicarakan tentang pelaksanaan dari prinsip-prinsip umum seperti etika pergaulan,etika dalam pekerjaan dan sebagainya.
3. Norma
Norma pada awalnya berarti tukang batu atau tukang kayu yang berate segi tiga.Norma dapat dibagi menjadi 2 yaitu :
a. Norma khusus
Norma yang hanya berlaku dalam bidang dan situasi yang khusus.
b. Norma Umum
















































BAB 2
FILSAFAT SISTEMATIK
A. Logika
Nama logika pertama kali muncul pada filusuf Cicero (abad ke I sebalum masehi),tetapi dalam arti seni debat.Akan tetapi pada abad ke 3 sesudah masehi,kata logika dalam arti ilmu yang menyelidiki lurus tidaknya pemikiran manusia.Dalam ilmu filsafat,logika adalah suatu penarikan kesimpulan yang benar dari suatu penalaran.
Penalaran adalah suatu proses berfikir yang membuahkan pengetahuan.Dan agar pengetahuan itu benar,menurut  Jujun S. Suriasumantri,terdapat 2 jenis logika yang umumnya digunakan,yaitu :
1. Logika induktif
Logika induktif adalah cara berfikir dimana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual.Penalaran secara induktif dimulai dengan mengemukakan pernyataan-pernyataan yang mempunyai ruang lingkup yang khas dan terbatas dalam menyusun argumentasi yang diakhiri dengan pernyataan yang bersifat umum.
Contoh : Kambing mempunyai mata,gajah mempunyai mata,kucing mempunyai mata demikian juga dengan binatang lainnya.Dari pernyataan-pernyataan ini,secara umum dapat ditarik kesimpulan bahwa seluruh binatang mempunyai mata.
 





2. Logika deduktif
Logika deduktif merupakan cara berfikir diman daari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus.Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berfikir yang dinamakan silogisme.Pernyataan yang mendukung silogisme disebut premis yang kemudian dapat dibedakan sebagai premis mayor dan premis minor.
Contoh :
1. Semua makhluk memiliki mata (premis mayor)
2. Si Moka adalah seorang makhluk (premis minor)
3. Jadi si Moka mempunyai mata (kesimpulan)
 





B. Epistemologi (filsafat pengetahuan)
1. Pengertian epistemologi
Epistemologi berasal dari bahasa Yunani,episteme dan logos.Episteme biasa diartikan pengetahuan atau kebenaran dan logos diartikan fikiran,kata atau teori.Epistemologi secara etimologi dapat diartikan teori pengetahuan yang benar,dean lazimnya hanya disebut teori pengetahuan yang dalam bahasa Inggrisnya menjadi Theory of knewledge.Sedangkan dalam bahasa Indoneesia dikenal dengan nama filsafat pengetahuan.
  Jadi,epistemology sebenarnya adalah salah satu cabang filsafat yang mempersoalkan mengenai masalah hakekat pengetahuan.Oleh karena itu,sistematika pembahasan epistemology meliputi sumber pengetahuan,teori pengetahuan,metode ilmiah,dan aliran teori pengetahuan.
a. Sumber pengetahuan
1. Pengalaman indera
Awal dan sumber pengetahuan diperoleh melalui kenyataan yang daapat di indrai.Menurut Aristoteles,pengetahuan terjadi bila subjek diubah di bawah pengaruh objek.Objek masuk dalam diri subjek melalui persepsi indera (sensasi)
Jadi,disimpulkan bahwa pengalaman indera merupakan sumber pengetahuan berupa alat-alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indera.
2. Nalar (Reason)
Menurut Jujun S. Suasumantri,nalar adalahkemampuan berfikir menurut alur kerangka berfikir tertentu.Untuk itu,nalar mempunyai asas-asas berfikir,yaitu :
a. Principium identitas,yaitu sesuatu itu mesti sama dengan dirinya sendiri (A = A).
b.Principium Contradictions,yaitu apaabila dua pendapat yang bertentangan,tidak              mungkin kedua-dunya benar dalam waktu yang bersamaan.Asas ini biasa disebut asas pertentangan.
c. Principium terti exclusi,yaitu apabila dua pendapat yang berbeda tidak mungkin keduanya benar dan tidak mungkin keduanya salah.Asas ini biasa dikaatakan asas tidak adanya kemungkinan ketiga.

3. Otoritas
  Otoritas adalah kekuasaan yang sah dimiliki seseorang dan diakui oleh kelompoknya.Otoritas menjadi salah satu sumber pengetahuan,karena kelompoknya memiliki pengetahuan melalui seseorang yang mempunyai kewajiban dalam pengetahuannya.
4. Intuisi
Intuisi adalah kemampuan yang ada pada diri manusia melalui proses kejiwaan tanpa suatu rangsangan atau stimulus mampu untuk membuat pernyataan berupa pengetahuan.Dengan kata lain,intuisi adalah pengetahuan yang didapatkan tanpa melalui proses penaalaran tertantu.
5. Wahyu
Wahyu adalah berita yang disampaikan Tuhan ke Nabi-Nya untuk kepentingan umatnya.
6. Keyakinan
Keyakinan adalah kemampuan yang ada dalam diri manusia yang diperoleh melalui kepercayaan.

2. Teori Kebenaran
a. Teori kebenaran saling berhubungan
Teori mengakui suatu kebenaran,apabila pernyataan-pernyataan sangat koheren dengan pernyataan-pernyataan sebelumnya.
b. Teori kebenaran saling bersesuaian
Teori ini berpandangan apabila suatu pernyataan benar apabila bersesuain dangan dunia kenyataan.
c. Teori kebenaran inherensi
Pandangan dalam teori ini,bahwa yang dikatakan benar apabila suatu pernyataan mempunyai konsekuensi yang dapat dipergunakan untuk bermanfaat.
d. Teori kebenaran berdasarkan arti
Teori ini mengatakan bahwa suatu pernyataan itu benar,apabila ditinjau dari segi arti atau maknanya.
e. Teori kebenaran sintaksis
Teori ini mengatakan bahwa suatu pernyaataan dikatakan benar,apabila mengikuti aturan sintaksis atau gramatika yang baku.
f. Teori kebenaran nondeskripsi    
Teori ini mengatakan suatu pernyataan dikatakan benar,apabila memiliki peran dan fungsi.
g. Teori kebenaran logis yang belrlebiahan
Menurut teori ini,bahwa masalah kebenaran hanya kekacauan bahasa saja.Pada dasarnya apa yang hendak dibuktikan kebenarannya memiliki derajat logis yang sama yang masing-masing melingkupinya.


C. Estetika (Filsafat Keindahan)
Estetika dari kata Yunani  “Aesthesis” yang berbicara tentang keindahan.Estetika dibedakan menjadi 2 yaitu:
a) Estetika deskriptif
Yaitu,gambaran tentang gejala-gejala alam keindahan.
b) Estetika normative
Yaitu mencari dasar pengalaman keindahan. 
1. Teori keindahan
Teori keindahan terbagi atas beberapa teori yaitu :
a. Teori subjektifitas
Teori ini mengatakan bahwa ciri-ciri keindahan pada suatu benda itu tidak ada,yang ada hanyalah tanggapan perasaan dalam diri seseorang yang mengamati suatu benda.
b. Teori objektif
Teori ini menyatakan bahwa keindahan terletak pada benda yang diamati.
c. Teori perimbangan
Teori ini menyatakan bahwa keindahan itu terletak pada perimbangan dari bagian-bagian yang meliputi ukuran,persamaan,dan jumlah dari bagian-bagian serata hubungannya satu sama lain.
d. Teori bentuk estetis
Teori ini menyatakan keindahan itu memuat 6 asas,yaitu : asas kesatauan utuh,asas tema,asas variasi,asas keseimbangan,asas perkembangn dan asas tata jenjang.
2. Pengalaman Estetis
Pengalaman estetis merupakan tanggapan seseorang terhadap benda yang bernilai estetis.Ada beberapa teori yang mengemukakan tentang pengalaman estetis,yaitu :
a)  Teori einfuhlung,yaitu teori pemancaran perasaan dari diri sendiri kedalam 
      benda estetis.
b) Teori lipps,yaitu teori penikmatan dari kegiatan diri sendiri di dalam suatu       beenda.
c) Teori jarak psikis.Teori ini mengatakan bahwa untuk menumbuhkan pengalaman yang berhubungan dengan seni,ornag harus menciptakan jarak psikis dengan benda yang mempengaruhinya.

C. Filsafat Seni
Filsafat seni adalah suatu cabang dari rumpun estetis filsafat yang khusus menelaah tentang seni.
1. Pengertian seni
Oleh para ahli,seni diartikan dengan pilihan yang berbeda-beda.Terdapat 5 pengertian seni yaitu :
a. Seni sebagai kemahiran
b. Seni sebagai kegiatan manusia
c. Seni sebagai karya seni
d. Seni sebagai seni indah
e. Seni sebagai penglihatan

2. Berbagai aliran dalam seni
a. Aliran naturalisme
b. Aliran Axressiononisme
c. Aliran Impressionisme

3. Nilai seni
a. Nilai kehidupan
b. Nilai pengetahuan
c. Nilai keindahan
d. Nilai indrawi dan nilai bentuk
e. Nilai kepribadian

 4. Teori penciptaan seni
a. Teori meta fisis
Menururt teori ini karya manusia hanyalah tiruan dari ralita dunia.
b. Teori ekspresi
 Teori ini mengatakan bahwa seni merupakan pengungkapan dari pesen-kesan.
c. Teori psikologis
Menurut teori ini,proses penciptaan seni adalah pemenuhan keinginan bawah sadar dari seorang seniman.
d. Teori permainan
Menurut teori ini,seni merupakan permainan yang menyeimbangkan segenap kemampuan mental manusia yang berhubungan dengan adanya kelebihan energy yang harus dikeluarkan.

D. Meta Fisika
1. Pengertian Metafisika
Berasal dari bahasa Yunani,meta yang berarti selain,ssesudah atau sebaliknya,dan fisika yang berarti alaam nyata.Maksudnya meta fisika adalah ilmu yang menyelidiki hakekat segala sesuatu dari alam nyata dengan tidak terbatas pada apa yang dapat di tangkapoleh panca indra.
a. Ontologi
Ada tiga pandangan mengenai ontology,yaitu :
1. Keberadaan dipandang dari segi jumlah
a) Monisme
Aliran yang memberiakn pandangan bahwa hanya satu kenyataan fundamental.Dan itu dapat berupaa jiwa,maateeri,Tuhan dan substansi lainnya.
b) Dualisme
Aliran yang memberikan pandangan bahwa adanya dua substansi yang masing-masingf berdiri sendiri.
c) Pluralisme
Aliraan yang memberikan pandangan bahwa kenyataan hidup terdiri dari banyak substansi.

2. Kebenaran dipaandang dari segi sifat (kualitas)
Terdapat beberapa aliran yang memberikannya,yaitu :
a. Spritualisme
Yaitu pandangan bahwa kenyataan terdapat dalam roh,yang meengisi daan mendasari seluruh alam.
b. Materialisme
Yaitu pandangan bahwa tidak sesuatu yang  nyata kecuali materi.

3. Teori kebenaran dari segi proses
Terdapat 3 aliran,yaitu :
a) Mekanisme
Yaitu pandangan bahwa semua gejala dapat dijelaskan berdasarkan asas-asas mekanik,yaitu sebab kerja.
b) Teleologi
Yaitu pandangan bahwa semua gejala dapat dijelaskan bukan berdasarkan sebab akibat,akan tetapi ada sesuatu kekuatan yang mengarahkannya ke suatu tujuan.
 c) Vitalisme
Yaitu pandangan bahwa semua gejala dapat dijelaskan melalui elan vital,yaitu sumber dari sebab kerja dan perkembangan dalam alam.

b. Teologi
Teologi adalah cabang filsafat metafisika yang membahas keberadaan Tuhan.Menurut Aristoteles,ada lima bukti yang menunjukkan keberadaan Tuhan,yaitu :
a) Adanya gerak
b) Adanya hukum tertib sebab akibat
c) Adanya mungkin ada dan tidak ada
d) Adanya lebih dan kurang
e) Adanya akal yang berpengetahuan yang menggerakkan,yaitu Allah.